Indonesia Butuh Pemimpin yang Cepat dan Berani Lakukan Terobosan Baru dalam Penanganan Korupsi

- 8 Desember 2023, 10:32 WIB
Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang Andi Setiawan.
Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang Andi Setiawan. /Foto: Beritasubang.com/Dok pribadi/

 

BERITASUBANG.COM - Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Brawijaya Malang Andi Setiawan menyebut, praktik korupsi di Indonesia bisa dikurangi dengan memilih dan membentuk kepemimpinan yang amanah.

“Pemimpin yang amanah sesuai dengan koridor hukum dan agama bisa menjadi alternatif dalam mengurangi praktik korupsi,” ungkap Andi dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis, 7 Desember 2023.

Selain kepemimpinan yang amanah, Andi juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat dan berani melakukan trobosan baru untuk menghindari konflik kepentingan dalam pemberantasan korupsi.

“Pemimpin di masa yang akan datang harus berani melakukan terobosan agar tidak terjadi konflik kepentingan. Bisa jadi pemimpin harus sedikit otoriter untuk menunjukkan bahwa pemimpin di era yang sekarang tidak ada kompromi dan cepat dalam mengambil keputusan.”

Baca Juga: Wujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, PT Pertamina EP Raih Penghargaan pada ISDA 2023

Andi juga menyoroti kenyataan bahwa rata-rata politisi merupakan pebisnis sehingga terjadi konflik kepentingan yang memperbesar peluang melakukan korupsi.

Karena itu, dibutuhkan kepemimpinan yang berintegritas dan tidak bisa dipengaruhi dalam pengambilan keputusan.

“Maka menurut saya diperlukan pemimpin yang kuat dalam pengambilan keputusan yang tidak tergantung dari saran-saran kelompok lain yang bisa jadi memperlambat dalam pengambilan keputusan,” pungkas Andi.

Halaman:

Editor: Tommy MI Pardede


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Pemilu di Daerah

x