Alliyah Nabila Siswa SD Muhammadiya Solo Raih Juara 1 Kompetisi Taekwondo Internasional

- 21 Januari 2021, 16:38 WIB
Alliya Nabila Z bersama Kepala Sekolah SD 1 Muhammadiyah, Surakarta Hj. Sri Sayekti,
Alliya Nabila Z bersama Kepala Sekolah SD 1 Muhammadiyah, Surakarta Hj. Sri Sayekti, /Foto: muhammadiyah. doc/

BERITA SUBANG-Usia muda tak menghalangi semangat bagi Alliya Nabila ZH,meski ditengah pandemi Covid-19 ini, ya ditengah usianya masih 7 tahun, dan masih terhitung anak-anak, tak membuat halanganya untuk meraih prestasi dalam kejuaraan kompetisi Tekwondo Internasional.

Alliya pun berhasil meraih juara satu Indonesian Youth Champhionship untuk kategori poomsae atau jurus. Selain itu dia pun meraih juara tiga dalam kompetisi Kimunyong Cup International Open Online Taekwondo Champhionship yang digelar tahun 2020 lalu.

Putri dari Donny Susanto itu mengaku senang dan bangga menjadi atlet dan mampu mengharumkan nama sekolah dan daerahnya, meski ditengah masa pandemi Covid-19 ini, dia bisa berhasil meraih pemenang ditengah para peserta dari berbagai wilayah yang memiliki bakat lebih dari dia.

"Alhamdulillah, saya senang bangga, seluruh peserta merupakan atlet-atlet berbakat sehingga kejuaraan tampak bersaing ketat, melelahkan dan menegangkan," ucap Alliya, mengutip dari Muhammadiyah.or.id, Jakarta, Kamis, 21 Januari 2021.

Alliya, siswi Kelas satu asal SD Muhammadiyah 1, Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah iti berhasil menggunguli lawan-lawanya. Semua yang dicapainya itu tak lepas dari arahan dari Donny Susanto yang notabene sang ayahnya.

Alliya mengaku kemenangannya bukan sebagai suatu kehebatan tapi cambukan untuk mawas diri melalui evaluasi dalam mengikuti pelatihan-pelatihan, guna mengasa kemampuan.

Selain itu, kemenanganya sebagai motivasi dalam bertanding untuk memberi yang terbaik sesuai arahan intruktur atau pelatih agar mencapai sasaran yang tepat

"Semoga akan semakin banyak tentunya atlet Taekwondo yang berbakat dan berprestasi, kebetulan ayahku pengurus taekwondo Kota Surakarta," ujarnya.

Dia pun mengaku saat bertanding lawannya yang berat bukan dari negara lain, melainkan dari Indonesia yakni dari Kota Bogor, Jawa Tengah dan Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, dan Jogja.

"Selama memasuki kompetisi itu, saya latihan 2 kali sehari," gadis kecil kelahiran 11 April 2014 itu.

Alliya yang tinggi badan 124 cm dengan berat badan 28 Kg itu menambahkan cara mengalahkan lawan sebelum bertanding, lebih dulu memahami strategi atau teknis dari pelatih.

"Kemudian memvisualisasikan gerakan yang dipertandingkan saat latihan serta melakukan self training dirumah," ungkap anak yang juga punya hobby dance itu, sembari menambahkan mimpi menjadi sang juara pada pekan olahraga Olimpiade Internasional.

Terpisah sang Hj. Sri Sayekti, sang Kepala SD Muhammadiyah 1 Katelan tempat Alliya menimbah ilmu memberi apresiasi atas prestasi yang di raih siswanya itu, denga harapan bisa menyalurkan hal-hal positif.

"Saya ucapkan selamat kepada Alliya Nabila, semoga memberikan virus positif bagi sekolah dan prestasi ini sangat luar biasa dan patut untuk dibanggakan," tutur Sri Sayekti.

Sri berharap kedepan prestasi Alliya menjadi teladan bagi peserta didik lainnya, meski tidak dibina secara langsung karena masih situasi belajar dari rumah, namun tak menjadi halangan untuk tidak berkarya dan berprestasi.

"Terima kasih kepada pembina (pelatih) dan orang tuanya yang memberikan support moril pada Alliya, semoga menjadi amal aholeh yang bernilai pahala di akhirat kelat," demikian Sri Sayekti.***

 

Editor: Edward Panggabean


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x