Tunda Balik ke Jakarta? Pejabat Ini Sebut Karyawan Bisa Perpanjang Cuti, WFH atau Izin Atasan, Mungkinkah?

26 April 2023, 06:07 WIB
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin /ANTARA/Indra Arief/

BERITA SUBANG - Imbauan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada para pemudik yang masih di kampung halaman untuk menunda atau memundurkan jadwal kembali ke Jakarta patut diperhitungkan secara cermat.

Pasalnya, tidak semua pemudik memiliki keistimewaan bisa menambah waktu liburannya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menyebut Presiden meminta agar ASN, TNI-Polri, dan BUMN ataupun pegawai swasta untuk memperpanjang cuti atau work from home (bekerja dari rumah).

"Mungkin ditambahkan, dalam imbauannya Presiden menyebutkan bahwa yang teknisnya dapat diatur oleh instansi/perusahaan masing-masing seperti bentuk cuti tambahan atau bentuk cuti lainnya," ungkap Bey Machmudin kepada wartawan, Selasa 25 April 2023, seperti dilansir ANTARA.

"Jadi bisa perpanjang cuti, WFH dari kampung halaman (WFA/work from anywhere), atau bisa izin atasan, dan sebagainya," sambungnya.

Bey menekankan bahwa perpanjangan cuti maupun WFH di musim Mudik 2023 ini harus tetap berkoordinasi dengan instansi maupun kantor terkait. Prosedur perpanjangan cuti Lebaran, lanjut Bey, tetap harus dijalankan sesuai aturan.

"Semua tetap harus berkoordinasi dengan atas atau bagian SDM di kantornya. Prosedur izin, cuti, WFH, maupun WFA tetap harus dijalankan. Sejak pandemi kan kita terbiasa dengan WFH, bagaimana absen secara online, bekerja berdasarkan kinerja, dsb," kata Bey.

Pada kesemptan yang sama, Bey menegaskan, jika pegawai sudah berada di Jakarta, maka tidak perlu melakukan perpanjangan cuti. "Tapi kalau berada di Jakarta, ya masuk, enggak perlu perpanjang cuti," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat yang sudah mudik dan masih di kampung halaman untuk menunda kembali ke Jakarta.

Hal itu disampaikan Kepala Negara untuk menghindari kemacetan di puncak arus balik 2023, yang diperkirakan terjadi pada 24 dan 25 April 2023.

Seorang pegawai swasta yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan bahwa menambah jatah liburan tidak semudah yang disebut Jokowi. 

"Siapa sih yang nggak mau nambah liburan? Tapi kan kantor saya sudah ada hitung-hitungannya, jadi ya macet gak macet gas terus lah," ujar salah seorang pemudik yang dijumpai BeritaSubang.com di Subang.

***

Editor: Muhamad Al Azhari

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

Terpopuler