Begini Kronologi Penemuan Satu Keluarga di Kalideres yang Diduga Mati Kelaparan

- 11 November 2022, 20:09 WIB
Rumah korban tewas yang terdiri empat orang merupakan sanak saudara, dipasang garis polisi di Perumahan Citra Satu Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat, 11 November 2022.
Rumah korban tewas yang terdiri empat orang merupakan sanak saudara, dipasang garis polisi di Perumahan Citra Satu Kalideres, Jakarta Barat pada Jumat, 11 November 2022. /Antara/Walda Marison/

BERITA SUBANG- Empat jenazah sekeluarga yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumah di kawasan Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis 10 November 2022 diduga  tidak makan selama beberapa hari sebelum ditemukan tewas.

Jenazah satu keluarga tersebut terdiri dari pasangan suami dan istri, anak, dan ipar ditemukan dalam keadaan membusuk di dalam rumah.

Asiong, Ketua RT 7 RW 15, mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat warga mencium aroma busuk sejak tiga hari lalu.

Baca Juga: Miris, Satu Keluarga Ditemukan Tewas di Perumahan Kalideres Diduga Kelaparan

"Bau busuk menyengat tercium sejak tiga hari lalu. Kebetulan Rabu pukul 17:00 WIB, petugas PLN akan mengadakan pemutusan listrik di rumah korban karena adanya tunggakan," kata Asiong.

Namun karena pagar tertutup, pengurus RT dibantu warga terpaksa mendobrak pagar rumah keluarga Rudianto.

"Saya berdasarkan masukan dari warga segera mengambil tindakan. Kamis pukul 18.00, saya gebrak disaksikan oleh petugas keamanan beserta staf pengurus wilayah," kata Asiong.

Baca Juga: Gelombang Tsunami PHK Buruh Pabrik Subang, 10 Ribu Pekerja Garmen jadi Pengangguran Total  

Dalam keadaan rumah gelap, setelah membuka jendela ruang tamu, Asiong pun menyenter ruangan.

"Saya sorot lampu, ternyata itu mayat. Langsung segera saya kerahkan ke teman saya wilayah lingkungan untuk melaporkan ke Polsek Kalideres," ungkap Asiong.

Melalui jendela, Asiong mengatakan melihat jazad Dian (42).

Baca Juga: Wanita Kebaya Merah Dikabarkan Pasien RSJ, Diduga Alami Kepribadian Ganda, Kenali Ciri-Cirinya

Setelah polisi datang dan mendobrak pintu ruang tamu, kemudian ditemukan lebih banyak anggota keluarga yang terdiri dari Rudianto (71) atau ayah Dian, ibunya Margaret (58), dan pamannya Budianto.

"Polisi datang barulah kami dobrak pintu. Ditemukanlah jumlah lebih dari satu, dua ternyata di kamar, satu di ruang tengah, satu lagi di kamar belakang," ujar Asiong.

Menurut Asiong, dalam ditemukan, kondisi mayat dalam keadaan mengenaskan.

"Ada yang kondisi jenazah kering dan basah. Yang masih agak utuh itu Dian dengan ayahnya," kata Asiong.***

Baca berita terkini lainnya melalui Google News.

Editor: Tommy MI Pardede


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x