Kabupaten Subang Memasuki Musim Panas dari Juli-Oktober 2023, Suhu Rata-rata Mencapai 37-40 Derajat

- 24 September 2023, 16:36 WIB
Dede Rosmayandi, S.Sos alias Barjhon selaku Kepala Bidang Damkar Disatpoldam Subang hadir di Radio Benpas Subang
Dede Rosmayandi, S.Sos alias Barjhon selaku Kepala Bidang Damkar Disatpoldam Subang hadir di Radio Benpas Subang /Dok. subang.go.id/

BERITA SUBANG - Kabupaten Subang di Jawa Barat, menurut prakiraan cuaca, sedang memasuki musim panas, yang sudah berlangsung sejak Juli sampai Oktober 2023 mendatang.

Menurut sumber pemerintahan, panas rata-rata di kabupaten ini mencapai 37-40 derajat Celcius.

Iklim panas tersebut membuat seluruh elemen bergerak agar meminimalisir dampak buruk cuaca panas termasuk bermacam program yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang dan Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satpol PP dan Kebakaran (Disatpoldam) Kabupaten Subang.

Kebakaran merupakan salah satu bencana yang menjadi perhatian di musim sekarang ini, begitu pula kebakaran hutan dan lahan secara spesifik.

Bahkan per September 2023, tercatat total ada 74 kebakaran hutan, lahan, gedung, rumah dan lain sebagainya yang ditangani oleh Bidang Damkar Disatpoldam Subang beserta tim.

Dede Rosmayandi, S.Sos alias Barjhon selaku Kepala Bidang Damkar Disatpoldam Subang, menyempatkan untuk hadir di Radio Benpas Subang, milik Pemda Subang dan mengatakan paling sedikit para petugas pun menangani bencana kebakaran 5-9 kejadian dalam satu hari.

Ia menambahkan, hasil investigasi oleh timnya kebakaran tersebut berasal dari pembakaran sampah yang tidak dijaga dan membuang puntung rokok sembarangan ke semak-semak.

Hal yang tampak sepele namun ternyata dapat menimbulkan kebakaran besar seperti di Wanareja, Jalupang dan daerah kebun karet.

Adapula pengendaran yang malah membuang puntung rokok di pinggir jalan tol sehingga menyebabkan kebakaran.

Mengenai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), ternyata BPBD Subang sebagai leading sector telah mengadakan rapat koordinasi sejak Juli lalu sebagai upaya mitigasi bencana. Selain itu, dilaksanakan edukasi dan surat edaran yang intinya berisi waspada bencana di musim kemarau.

Sosialisasi lainnya yaitu melalui talkshow Lekat Radio Benpas Subang.

BPBD Subang pun memiliki program Desa Tangguh Bencana (Destana). Dari 253 desa di Kabupaten Subang ada 39 yang telah menjadi Destana, bahkan Ciater menjadi yang terbaik se-Indonesia dalam mengevakuasi, mengatasi bencana dan kategori lainnya.  

“BPBD leading sector untuk Karhutla. Kami melakukan rapat koordinasi dengan stakeholder dan pengusaha untuk bahasan mengatasi bencana di musim kemarau,” ujar Ade Yadi Hendrayadi Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan BPBD Subang saat hadir dalam talkshow Lekat yang dipandu oleh Ghina Khoerunnisa, S.I.Kom.

Selain itu, Bidang Damkar memiliki tim rescue 1X24 Jam yang bisa dihubungi lewat nomor (0260) 411 007 sedangkan BPBD 0812 2433 4343.

Kedua narasumber sama-sama mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di daerah rumah padat agar waspada serta siaga terhadap kebakaran di musim kemarau. Selain itu, bencana lain yang diatasi adalah masalah kekeringan sehingga sinergitas setiap stakeholder harus terus terjalin.

***

Editor: Muhamad Al Azhari

Sumber: Benpas Radio Subang


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x