Siap-siap! Pemerintah Bakal Buka 1 Juta Lowongan untuk Guru dan Tenaga Kesehatan di CPNS 2021

- 20 November 2020, 14:10 WIB
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo (kanan) bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana (tengah) mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11/2020). Raker tersebut membahas evaluasi penetapan formasi pengadaan CPNS dan PPPK tahun 2021. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj. /PUSPA PERWITASARI/ANTARA FOTO

BERITA SUBANG - Pemerintah berencana akan membuka satu juta lowongan untuk tenaga guru dan tenaga medis pada seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 mendatang.

Hal ini disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, di Komplek Parlemen Senayan, Kamis, 19 November 2020. Tjahjo menyebut jumlah lowongan tersebut sudah dibicarakan dapat rapat lintas kementerian.

Tjahjo mengatakan, untuk seleksi CPNS 2021, pemerintah akan memprioritaskan SDM di sektor pendidikan, juga tenaga kesehatan dan tenaga medis.

Baca Juga: Benarkah Seleksi CPNS Baru Buka Tahun 2023? Begini Penjelasan Menpan-RB

Mantan Mendagri itu menyebut, saat ini jumlah guru, perawat, bidan dan dokter baik di puskesmas pembantu maupun rumah sakit rujukan sangat minim.

"Rapat kami antara Kemenpan RB, BKN, Mendagri, Menkeu, Mendikbud selesai untuk pengadaan satu juta tenaga guru, anggaran juga sudah dipersiapkan oleh Menkeu," ujarnya.

Sehari sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Nasional Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun 2020 secara virtual, Rabu, 18 November 2020, Tjahjo menegaskan kedepan, pemerintah akan fokus mencari SDM-SDM yang berkualitas.

Baca Juga: Hadirkan Pinjaman Digital untuk UMKM, BRI Tandatangani MoU dengan OVO

Apalagi saat ini pemerintah ingin melakukan otomatisasi proses pelayanan publik di Kementerian/Lembaga maupun pemerintah daerah sesuai dengan situasi kenormalan baru. Sehingga dapat mengatur sistem kerja yang lebih fleksible (flexible working arrangement) dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, namun tetap produktif.

Halaman:

Editor: Sunardi Panjaitan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X